Riset Psychosophia Behavioral Lab Prodi Psikologi Islam, FDKI, IAIN SAS Bangka Belitung Ungkap Fenomena 'Parasocial Panopticon': Saat Kesalehan Digital Menjadi Ruang Pengawasan Kolektif

avatar Administrator
Administrator

44 x dilihat
Riset Psychosophia Behavioral Lab Prodi Psikologi Islam, FDKI, IAIN SAS Bangka Belitung Ungkap Fenomena 'Parasocial Panopticon': Saat Kesalehan Digital Menjadi Ruang Pengawasan Kolektif


SURABAYA — Dalam lanskap urban yang kian terdigitalisasi, batas antara ruang privat dan publik bagi komunitas beragama semakin mengabur. Fenomena ini menjadi sorotan utama dalam gelaran The 2nd International Conference on Healthy Living (INCOHELIV) 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (UBAYA) pada 22-23 April 2026.

Peneliti dari Psychosophia Behavioral Lab, Prodi Psikologi Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik (SAS) Bangka Belitung, Regaluh Jotyarma, memaparkan temuan mendalam mengenai transformasi otoritas keagamaan melalui makalah berjudul "The Parasocial Panopticon: Digital Religious Authority and Costly Signaling in Urban Communities."

Pergeseran Otoritas: Dari Mimbar ke Layar

Riset yang disusun bersama Aisyah Syahidah, Oktarizal Drianus, dan Primalita Putri Distina ini mengeksplorasi bagaimana komunitas urban tidak lagi hanya bersandar pada hierarki vertikal tradisional (seperti ulama atau institusi formal), melainkan beralih ke sistem pengawasan horizontal antar pengguna.

Regaluh memperkenalkan konsep "Parasocial Panopticon", sebuah adaptasi dari teori disiplin Michel Foucault, Costly Signaling - Richard Sosis. Dalam konteks ini, media sosial berfungsi sebagai menara pengawas tak terlihat di mana setiap individu merasa diawasi oleh "jemaat digital" yang anonim namun masif.

"Kesalehan di era urban tidak lagi hanya dirasakan di ruang sunyi, tetapi harus dipentaskan secara real-time di platform digital," ungkap tim peneliti dalam presentasinya.

Mekanisme 'Euphemistic Policing' dan Pajak Reputasi

Melalui pendekatan netnografi kualitatif, studi ini mengidentifikasi tiga mekanisme perilaku utama yang menjaga ekosistem digital tersebut tetap berjalan: 1) Euphemistic Policing: Bentuk pendisiplinan moral yang dibungkus dengan bahasa santun atau afeksi parasosial, sehingga kritik terasa seperti dukungan namun tetap berfungsi sebagai kontrol sosial; 2) Reputational Tax: Tekanan psikologis yang harus dibayar oleh individu untuk menjaga citra kesalehan mereka agar tetap relevan di mata komunitas; 3) Performative Piety: Penggunaan simbol-simbol agama sebagai "sinyal mahal" (costly signaling) untuk membuktikan loyalitas kelompok di tengah hiruk-pikuk informasi urban.

Implikasi bagi Kesehatan Mental Urban

Sesuai dengan tema konferensi “Inclusive Urban Health: Resilient and Sustainable Communities,” riset ini memberikan peringatan penting bagi kesehatan mental masyarakat perkotaan. Adanya pengawasan lateral (antar teman/pengikut) menciptakan beban kognitif yang konstan.

Namun, di sisi lain, penelitian ini juga melihat adanya potensi Resiliensi Sosial. Partisipasi aktif dalam performa kesalehan kolektif ini, jika dikelola dengan inklusif, mampu membangun modal sosial yang kuat dan membantu komunitas urban bertahan menghadapi ketidakpastian hidup di kota besar.

Kontribusi Akademik bagi Indonesia

Kehadiran delegasi IAIN SAS Bangka Belitung di panggung internasional ini mempertegas peran akademisi lokal dalam memetakan psikologi perilaku masyarakat digital Indonesia. Sertifikat penghargaan yang diterima Regaluh Jotyarma sebagai presenter menjadi bukti pengakuan atas kebaruan perspektif interdisipliner yang ditawarkan dalam mengintegrasikan psikologi sosial, sosiologi kekuasaan, dan antropologi agama dengan dinamika media sosial kontemporer.

Sekilas Riset

Judul: The Parasocial Panopticon: Digital Religious Authority and Costly Signaling in Urban Communities.

Peneliti Utama: Regaluh Jotyarma (IAIN SAS Bangka Belitung).

Forum: INCOHELIV 2026, Universitas Surabaya.

Kata Kunci: Otoritas Digital, Teori Sinyal Mahal, Kesehatan Mental Urban, Netnografi.

 

Penulis berita: HIMA PI